Menyajikan Cerita dan Kisah Nabi Umat Islam, Sejarah Islam, Tempat Bersejarah Islam, Kumpulan Doa, Kajian Islam, dan berita Islam

Rabu, 10 Januari 2018

KISAH NABI SYUAIB AS.

Syuaib adalah salah satu dari empat nabi bangsa Arab, yaitu Hud, Shaleh, Syuaib dan Muhammad Saw.

Ilustrasi kisah nabi Syuaib AS.
Ilustrasi kisah nabi Syuaib AS.

Telah diriwayatkan mengenai Syuaib, bahwa is dijuluki juru pidato nabi-nabi dalam kefasihan dan kebolehannya dalam berdakwah kepada kaumnya supaya mereka beriman kepada risalahnya.

Kaum Syuaib adalah penduduk Madyan, yaitu sebuah desa yang terletak di daerah Ma'an di pelosok Syam yang berbatasan dengan Hijaz dan dekat dari danau Luth.

Mereka adalah Arab yang bernasab dari Madyan bin Ibrahim Al-Khalil as.

Mereka kebanyakan para padagang, karena kota mereka merupakan tempat persinggahan kafilah-kafilah dagang.

Kesesatan Penduduk Madyan

Penduduk Madyan tidak beriman kepada Allah, mereka menyembah kepada selain Dia dan berlaku buruk dalam muamalat, mengurangi takaran dan timbangan jika mereka menjual barang yang ditimbang. Maka Allah mengutus seorang laki-laki dari kalangan mereka kepada kaum Madyan, yaitu rasul-Nya Syuaib as. yang menyeru untuk menyembah Allah saja dan Allah menguatkannya dengan mukjizat-mukjizat.

Syuaib melarang mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk, menyuruh mereka berbuat keadilan dan memperingatkan mereka akan akibat perbuatan aniaya dengan menegaskan, bahwa harta yang mereka peroleh secara halal dari rezeki Allah lebih baik sisanya bagi mereka, daripada harta yang mereka kumpulkan. Allah SWT. berfirrnan:

Dan kepada kaum Madyan Kami utus saudara mereka Syuaib. Ia berkata:
"Hai kaumku, sembahlah Allah, tidaklah kamu mempunyai Tuhan selain Dia, ia telah datang kepada kamu dengan membawa keterangan (mukjizat) dari Tuhan kamu, maka sempurnakanlah takaran dan timbangan, janganlah kamu mengurangi hak manusia dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi sesudah ia menjadi baik, hal itu lebih baik bagi kamu jika kamu orang-orang yang beriman." (Q.S. Al-Araf: 85)

Di antara kesesatan mereka adalah, mereka sering duduk di jalan-jalan mengawasi orang-orang yang datang kepada Syuaib untuk menghalangi mereka dari jalan Allah, dan mereka mencela dakwahnya serta mengancam orang-orang yang beriman.

Maka Syuaib mengecam perbuatan mereka dan mengingatkan akan kenikmatan-kenikmatan atas mereka. Seperti jumlah mereka yang banyak, padahal sebelumnya hanya sedikit, dan kekayaan mereka sebelumnya berada dalam kemiskinan sambil menyuruh mereka merenungkan hukuman yang telah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka yang berbuat kerusakan.

Kemudian Syuaib mengemukakan pendapat mereka seraya berkata:
"Sesungguhnya kalian terbagi atas orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan ajakanku, dan orang-orang yang kafir kepada Allah dan mendustakan ajakanku. Dan sesungguhnya aku mengadu kepada Allah Swt. agar memutuskan antara kita dalam hal yang kita perselisihkan sedangkan Dia adalah sebaik-baik yang memutuskan. (Q.S. A1-A'raf: 86-87)

Narnun kaum Syuaib tetap enggan mengikuti ajakannya, bahkan mereka mengejek, sehingga habislah kesabaran Syuaib. Kemudian pemuka-pemuka mereka itu mengancam Syuaib ddengan berkata:
"Kami akan mengeluarkan dan mengusir kamu dan siapa yang beriman bersamamu dari desa kami. Hal itu pasti kami lakukan, kecuali jika kamu kembali kepada agama kami yang telah kamu
tinggalkan."

Syuaib menjawab perkataan mereka searaya berkata:
"Apakah kami harus kembali kepada agamamu, sedangkan kami tidak menyukainya lantaran kerusakannya? 
Sesungguhnya hal itu tidak bakal terjadi selamanya, karena jika kami kembali kepada agama kalian berarti kami telah mengarang dusta terhadap Allah dalam hal yang tidak disuruh-Nya untuk mela-kukannya, setelah Dia menunjuki kami ke jalan yang lures. 
Tidaklah patut kami kembali kepada agama kalian dengan semata-mata pilihan kami dan kemauan kami, kecuali jika Allah menghendaki kami kembali kepada agama kalian dan sungguh mustahil hal itu, karena Tuhan kami yang maha mengetahui diri kami tidak rela kami kembali kepada kebatilan kalian. 
Dia Yang Maha Suci, ilmu-Nya meliputi segala sesuatu dan kami memohon kepada-Nya agar memutuskan antara kami dan kamu dengan keputusan yang adil, dan Dia adalah hakim yang adil." (Q.S. Al-A'raf: 88-89)


Disebutkan pula dalam Al-Qur'an ancaman kaum Madyan terhadap Syuaib dalam surah lain sebagai berikut:

Mereka itu berkata:
"Hai Syuaib, tidaklah kami mengerti kebanyakan apa yang engkau katakan, dan sesungguhnya karni lihat engkau adalah orang yang lemah di antara kami. Dan kalau bukan karena familimu niscaya telah kami lempar engkau dengan batu dan bukanlah engkau seorang yang perkasa terhadap kami." Syuaib berkata: "Hai kaumku, apakah familiku lebih perkasa terhadapmu daripada Allah dan kamu jadikan Dia (perintah-Nya) sia-sia di belakang punggungmu, sesungguhnya Tuhanku mengetahui segala yang kamu lakukan." (Q.S. Hud: 91-92)

Kebinasaan Kaum Madyan

Datang perintah Ilahi untuk menghancurkan kaum Madyan sebagai balasan pendurhakaan mereka, maka Allah menyelamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya, sebagai rahmat dari-Nya. Maka Allah membinasakan orang-orang kafir dan mereka pun disambar petir yang keras disertai gempa yang kuat, yang menjadikan mereka mati tertelungkup. Maka selesailah urusan mereka dan lenyaplah bekas-bekas mereka sehingga seakan-akan mereka tidak pernah berdiam di rumah-rumah mereka.

Ketahuilah bahwa kaum Madyan dibinasakan dan dijauhkan dan rahmat Allah, sebagaimana Tsamud dijauhkan sebelumya. (Q.S. Hud: 94-95)


Share:

Selasa, 09 Januari 2018

KISAH NABI AYYUB AS.

Cobaan Ayyub

Ilustrasi Kisah Nabi Ayyub AS
Ilustrasi Kisah Nabi Ayyub AS

Ayyub adalah salah seorang nabi yang telah disebut dalam Al Qur'an. Allah Swt. berbicara kepada rasul-Nya Muhammad Saw.:

"Sesungguhnya Kami wahyukan kepadamu sebagaimana Kami wahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya, dan Karni Wahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq beserta cucu-cucunya, Isa serta Ayyub. (Q.S. An-Nisa': 163)
Ayyub as. adalah seorang yang besar ketakwaannya. Ia menyayangi orang-orang miskin, memelihara janda-janda dan anak-anak Yatim serta menghormati tamu. Ia juga menyerukan kepada kaumnya untuk menyembah Allah saja.

Ulama tafsir dan tarikh meriwayatkan bahwa Ayyub adalah orang yang banyak hartanya, berupa unta-unta, hamba sahaya, ternak dan tanah-tanah yang lugs di daerah Batsinah dari Negeri Hauran.

la mempunyai banyak anak. Tapi kemudian semua hartanya itu musnah ditimpa musibah. Ia sendiri terkena bermacam-macam penyakit, sampai tidak ada anggota tubuhnya yang utuh, kecuali jantung/hati dan lidahnya yang selalu berzikir kepada Allah Azza wa Jalla.

Namun demikian dia tetap bersabar dan berzikir kepada Allan malam dan siang, pagi dan sore.

Penyakitnya berlangsung lama, sehingga ia dijauhi oleh teman temannya dan diasingkan dari negerinya.

Tidak ada seorang pun yang menjenguknya, kecuali istrinya yang menungguinya dengan setia dan penuh kasih sayang, karena tidak bisa melupakan kebaikan Ayyub kepadanya.

la mondar-mandir ke tempat Ayyub untuk memenuhi segala keinginannya.

Pada suatu hari lemahlah keadaan istrinya dan berkuranglah hartanya, sehingga ia terpaksa bekerja pada orang lain dengan mendapat upah, untuk memberi makan Ayyub dan menolongnya.

Istrinya tetap bersabar bersamanya, kendati mereka kehilangan harta dan anak, di tambah lagi dengan musibah yang menimpa suaminya dan ketiadaan uang, sehingga ia harus bekerja sesudah merasakan kebahagiaan dan kenikmatan.

Semua ini bagi Ayyub hanya menyebabkan semakin bertambahnya kesabaran. Harapan, pujian dan rasa syukur Ayyub kepada Allah, akhimya dibuat perumpamaan bagi orang-orang yang sabar seperti kesabaran Nabi Ayyub as. Juga dibuat perumpamaan orang yang mengalami macam-macam cobaan seperti cobaan Ayyub.

Para ulama berbeda pendapat mengenai masa cobaannya, ada yang mengatakan 3 tahun dan ada yang mengatakan 7 tahun beberapa bulan dan ada yang mangatakan 18 tahun.

Diriwayatkan bahwa istrinya berkata:
"Hai Ayyub, seandainya engkau berdoa kepada Tuhanmu, niscaya Dia akan membebaskanmu." 
Ayyub menjawab:
"Aku telah hidup 70 tahun dalam keadaan sehat, sedang itu sangat sedikit bagi Allah jika aku bersabar untuknya 70 tahun."

Diriwayatkan pula bahwa setiap ditimpa musibah ia mengucapkan:
"Ya Allah, Engkau yang mengambil dan Engkau yang memberi."
Ahli-ahli sejarah telah meriwayatkan banyak cerita tentang Ayyub yang bahannya diambil dari kitab Ayyub. Juga dari tafsir Yahudi terhadap Taurat yang bernama Hajadah. Bahan tersebut tidak dipakai oleh ulama Islam yang bisa dipercaya, lantaran banyaknya campuran di dalamnya dan banyak riwayat selundupan. Sebagian ahli tafsir telah mengritik macam bencana yang menimpa Ayyub, hingga menyebabkan ia dihindari orang, diusir dari rumahnya ke luar kota di dekat tempat sampah, dan tidak ada yang berhubungan dengannya kecuali istrinya yang membawakan bekal dan makanan.

Maka semua itu berasal dari Isra'iliyat yang wajib diyakini kedustaan-nya, karena ia bukan sandaran yang benar dan mendukung riwayat tersebut.

Di samping itu, karena di antara syarat-svarat kenabian ialah tidak adanya penavakit-penyakit yang membuat orang lari dari nabi itu, sebab apabila nabi itu demikian, maka ia pun tidak dapat berhubungan dengan masyarakat dan tidak dapat menyampaikan syariat atau hukum-hukumnya.

Ayyub dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an menjelaskan gangguan yang menimpa tubuh Ayyub. la berdoa kepada Tuhannya yang membebaskannya dari bencana dan mengembalikan keluarganya keapdanya.

Allah SWT. berfirman:

Ingatlah kisah Ayyub ketika ia berdoa kepada Tuhannya:"Wahai Tuhanku, aku ditimpa kesusahan (penyakit) sedangkan Engkau adalah maha penyayang di antara penyayang." Lalu Kami kabulkan permintaannya dan Kami hilangkan bencana yang menimpa dirinyq, dan Kami gantikan keluarganya dengan berlipat Banda sebagai rah mat dari Kami, supaya menjadi peringatan bagi orang-orang yang menyembah Kami. (Q.S. Al-Anbiya': 83-84)

"Ceritakan riwayat hamba Kami Ayyub ketika ia berseru kepada Tuhannya:  
"Aku ditimpa kepayahan dan penyakit yang disebakan setan."  
Maka Allah berfirman kepadanya: 
"Hentakkanlah kakimu di bumi, niscaya timbul air yang sejukuntuk mandi dan minum." (Q.S. Shad: 41-42)

Cara penyembuhannya dijelaskan oleh firman Allah Ta'ala:
"Hentakkanlah kakimu ke bumi, hai Ayyub."

Maka Allah memancarkan air dingin dan menyuruhnya mandi dan minum dari situ, sehingga Allah menyingkirkan penyakit yang menimpa tubuhnya lahir dan batin.

Pembatalan Sumpah

Ayyub bersumpah dalam sakitnya, bahwa ia akan memukul istrinya dengan 100 kali dera jika ia sembuh, karena istrinya pergi untuk salah satu tugas dan lambat menjalankan tugas itu.

Berhubung istrinya itu baik pelayanannya terhadap Ayyub, maka Allah menghalalkan sumpahnya dengan sesuatu yang remeh, yaitu dengan menyuruh Ayyub mengambil seikat tali jerami atau semacam itu dan memukulkannya sekali kepada istrinya, dan ini sama dengan pukulan seratus kali dera, sehingga terlaksanalah sumpahnya. Ini merupakan jalan keluar bagi siapa yang bertakwa kepada Allah dan taat kepada-Nya, terutama dalam hak istrinya yang saleh dan sabar.

Allah Swt. berfirman:

"Ambillah seikat jerami dan pukullah dengannya, maka tidaklah engkau berdosa (dalam melaksanakan sumpahmu)."
Share:

Senin, 08 Januari 2018

KISAH NABI YUSUF A.S.

Kenabian Yusuf

Di antara anak-anak Ya'qub Allah mengkhususkan Yusuf dengan kenabian.

ilustrasi kisah nabi yusuf AS
ilustrasi kisah nabi yusuf AS

Telah di sebutkan dalam AI-Quran meialui lisan seorang yang beriman yang menasihati kaumnya:

"Telah datang kepadamu Yusuf sebelumnya dengan mernbawa bukti-bukti, namun kamu tetap saja ragu-ragu terhadap apa yang dibawanya kepadamu, sehingga apabila is sudah meninggal kamu katakan: "Allah tidak akan mengutus seorang rasul sesudahnya."

Allah telah menamakan dalam Al-Qur'an sebuah surah dengan nama Yusuf yang menerangkan kehidupannya dan cobaannya bersama saudara-saudaranya, istri pembesar serta masuknya ke dalam penjara dan ajakannya kepada Allah. Juga keluarnya dari penjara dan penjelasan mimpi raja dan pengangkatannya sebagai menteri ekonomi. Kemudian kedatangan saudara-saudaranya ke Mesir dengan sebab musim paceklik, setelah itu memperkenalkan din kepada saudara-saudaranya dan lain-lain yang akan dicerita-kan secara terperinci.


Yusuf Berrnimpi

Ya'qub as. melebihkan kedua putranya Yusuf dan Benyamin dalam hal kasih sayang dibandingkkan terhadap saudara-saudaranya yang lain. Al-Qur'anul Karim menceritakan bahwa Yusuf bermimpi melihat 12 bintang, matahari dan bulan semuanya bersujud kepadanya.

Yusuf menceritakan mimpi itu kepada ayahnya dan pahamlah ayahnya bahwa Yusuf akan memdapat kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan manusia.

Tetapi ia khawatir akan timbul rasa dengki pada saudara-saudaranya, sehingga ia berpesan kepadanya agar jangan sampai menceritakan hal itu kepada mereka, supaya mereka tidak tergoda oleh setan untuk mencelakakannya.

Kemudian ia menjelaskan kepadanya bahwa di kemudian hari ia akan menjadi pemimpin yang ditaati. Allah akan memilihnyr sebagai nabi dan mengajarkan tafsir mimpi kepadanya.

Merencanakan Persekongkolan Terhadap Yusuf

Saudara-saudara Yusuf merasa iii hati dan dengki atas kelebihan kasih sayang yang ditunjukkan ayah mereka kepada Yusuf dan Benyamin, saudara Yusuf sekandung.

Mereka menyembunyikan rencana jahat kepada Yusuf dan bersekongkol di antara mereka untuk membebaskan din darinya. baik dengan cara membunuhnya atau membuangnya di tempat yang jauh, sehingga ia tidak kembali kepada ayahnya.

Mereka menyangka, dengan perbuatan ini mereka bisa memonopoli kecintaan ayah mereka tanpa ada persaingan dari Yusuf, kemudian mereka akan bertobat setelah melakukan perbuatan ini.

Salah seorang saudara Yusuf menasihati agar jangan membunuh Yusuf, akan tetapi membuangnya jauh jauhdi dalam sumur, barang-kali ada kafilah yang lewat yang akan membawanya bersama mereka, sehingga dengan demikian mereka pun telah mencapai sasaran dengan menjauhkannya dari bapaknya dan selamat dari dosa pembunuhan.

Mereka pun berusaha membujuk ayah mereka untuk membawa Yusuf bersama mereka.

Akhirnya Ya'qub yang mengkhawatirkan keselamatan Yusuf mengizinkan juga mereka pergi bersama Yusuf.

Yusuf Di Dalam Sumur

Mereka pun pergi bersama Yusuf, lalu mereka membawanya ke suatu sumur dan membuangnya di situ. sesuai dengan rencana yang telah diatur dan disepakati bersama.

Ilustrasi Sumur Tempat Nabi Yusuf AS
Ilustrasi Sumur Tempat Nabi Yusuf AS 


Ketika itu Allah mengilhamkan kepadanya, bahwa la akan menyelamatkan dari penderitaannya. Dan akan datang suatu hari di mana ia akan mengabarkan kepada saudara-saudaranya tentang apa yang mereka lakukan terhadap dirinya, sedang mereka itu membutuhkannya dan tidak tahu bahwa dirinya adalah Yusuf.

Saudara-saudara Yusuf pulang di waktu sore menampakkan kesedihan dan meratap.
Mereka berkata:
"Wahai ayah, kami sedang bermain kejar-kejaran dan berlomba memanah dan kami tinggalkan Yusuf sendirian untuk menjaga barang kami, ternyata datang srigala memakannya, sedangkan kami berada jauh darinya. 
Engkau tidak akan percaya pada omongan kami karena engkau menuduh kami tidak senang terhadap Yusuf, walaupun kami berkata benar."

Mereka menunjukkan baju Yusuf yang berlumuran darah. akan tetapi ketika ia melihatnya, maka tahulah bahwa mereka berdusta dan darah itu bukan berasal dari darah anaknya, karena pakaiannya tidak robek, atau barangkali firasat terhadap mereka mengungkapkan dusta mereka kepadanya.
Kemudian ia berkata kepada mereka:
"Kalian telah menggampangkan bagi diri kalian suatu perkara besar, sehingga kalian melakukannya dan aku akan bersabar atas perpisahan dengannya dan tidak putus asa. Hanya Allah yang kumintai pertolongan untuk mengungkapkan hakikat apa yang kamu katakan." (Q.S. Yusuf: 15-18)


Penyelamatan Yusuf

Tidak lama kemudian lewat di hadapan sumur itu sebuah kalifah yang menuju Mesir. Kemudian mereka mengirim seseorang di antara mereka untuk mengambil air dan situ. Ketika ia menurunkan timbanya, Yusuf berpegangan pada timba itu hingga ia keluar dari sumur itu.

Orang itu sangat gembira dan membawanya kepada teman-temanya sambil menunjukkan kegembiraannya dengan berkata:
"Kabar gembira, ini ada seorang anak."
Kemudian mereka meletakkannya di antara barang-barang yang akan dijual.

Kafilah itu menjual Yusuf dengan harga murah supaya Yusuf dibeli oleh seorang menteri kerajaan Mesir, kemudian memesankan kepada istrinya Zulaika agar memperlakukannya dengan baik.

Allah memberi Yusuf suatu kedudukan dan kemuliaan di rumah menteri raja. Allah juga menjadikannya bebas bertindak terhadap harta benda menteri itu, dan memberinya kedudukan yang tinggi di Mesir, serta memberi ilham tafsir mimpi.

Tatkala Yusuf sudah besar dan menjadi pemuda yang kuat, Allah memberikan kepadanya hukum yang tepat dan ilmu yang bermanfaat. Inilah balasan yang diberikan Allah kepada orang-o-rang yang berbuat kebaikan.

Istri Menteri Merayu Yusuf

Karunia Allah kepada Yusuf berupa ketampanan yang luar biasa ternyata menimbulkan ujian baginya. Masalahnya Zulaika istri menteri sangat terpesona melihat ketampanan Yusuf dan berusaha mendekatinya.

Pada suatu hari ketika mendapati Yusuf sendirian di rumahnya, mulailah ia merayu Yusuf dengan segala cara yang diusahakannya, namun Yusuf menolaknya.

Tatkala Zulaika sudah tidak tahan lagi, ia pun berusaha memegang Yusuf yang Iari keluar melalui pintu dan terpeganglah baju Yusuf hingga robek, kendati ia berhasil lobos. Ketika itulah datang suami Zulaika yang tepat berdiri di depan pintu.

Zulaika balik menuduh Yusuf hendak berbuat kejahatan kepadanya dan mendesak suaminya agar memasukkan Yusuf ke penjara. Namun Yusuf menolak tuduhan terhadap dirinya seraya berkata, bahwa Zulaika yang berusaha mengkhianati suaminya sedang ia menolaknya.

Tatakala kedua orang itu saling menuduh, ada seseorang di dekat mereka yang memberi keputusan seraya berkata:
"Apabila bajunya robek di depan, perempuan ini benar omongannya, karena berarti Yusuflah yang mendekatinya dan ia mempertahankan diri, sebalik-nya baju yang robek dari belakang, maka Yusuf yang benar, karena ia berusaha melarikan diri dan perempuan itu berdusta dalam omongannya."
Ketika suami Zulaika melihat baju Yusuf robek dari belakang ia berkata:
"Sesungguhnya ini adalah siasat dan tipu daya perempuan dan tipu daya perempuan itu sungguh besar."
Akan tetapi suami Zulaika ingin menutupi kejelekan itu dan berkata kepada Yusuf: \
"Lupakanlah apa yang terjadi padamu dan rahasiakanlah."
Kemudian ia berkata kepada istrinya:
"Mintalah ampun kepada Allah atas dosa-dosamu dan bertobatlah kepada-Nya dari dosa yang telah engkau lakukan, sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang berdosa dalam perbuatan ini."

Yusuf dan orang-orang Perempuan

Tersiarlah kabar peristiwa antara Yusuf dan istri menteri dan ramailah orang-orang perempuan menggunjingkannya di kota itu dengan berkata:
"Sesungguhnya istri menteri merayu pelayannya agar memenuhi keinginan hawa nafsunya dan sebenarnya ia telah berbuat kesesatan."
Istri menteri mendengar pergunjingan orang-orang perempuan dan kejelekan omongan mereka itu.
Maka pada suatu hari ia ingin menunjukkan Yusuf kepada mereka, supaya mereka tahu sampai di mana pengaruh ketampanan Yusuf yang hampir menjerumuskannya itu.

Di undangnya orang-orang perempuan untuk menghadiri jamuan makan dan pada waktu itu juga menghadirkan Yusuf.

Ketika Yusuf datang, tercenganglah perempuan-perempuan itu melihat rupa yang sangat tampan, hingga tanpa terasa mereka mengi-ris tangan mereka sendiri dengan pisau yang akan digunakan untuk mengupas buah-buahan.

Mereka pun menganggap Yusuf bukanlah orang biasa dengan berkata:
"Bukanlah ini seorang manusia, melainkan ia seorang malaikat yang mulia dengan ketampanan rupanya dan kesempurnaan sifat-sifatnya."
Ketika Zulaika melihat pengaruh yang ditimbulkan oleh ketampanan Yusuf kepada orang-orang perempuan itu berkatalah ia kepada mereka:
"Inilah pemuda yang kalian salahkan aku latitaran menyenanginya, kalian telah terpesona melihat kebagusannya dan tercengang tanpa menyadari diri kalian sehingga terjadilah apa yang menimpa kalian. Inilah pemuda yang kurayu namun dia menolak, dan aku bersumpah jika ia tidak melakukan apa yang kusuruh, maka ia akan di penjara sebagai orang yang hina."
Kemudian dia berdoa kepada Tuhannya agar menyingkirkan kejahatan tipu daya mereka, sehingga ia tidak cenderung dengan keinginan mereka dan menjadi orang yang tolol dan ceroboh.

Maka Allah mengabulkan doanya dan menjauhkan maksiat darinya, sesungguhnya Dia sendiri maha mendengar doa orang-orang yang berlindung kepada-Nya.


Yusuf di Dalam Penjara

Tatkala berita mengenai Yusuf dengan istri menteri tersiar luas di seluruh kota, para pejabat dan keluarganya berpendapat supaya mereka terlepas dari kecemaran, lebih baik Yusuf dimasukkan ke dalam penjara dengan tuduhan tersebut, kendati mereka tahu bahwa ia lebih bersih dan tidak bersalah.

Keadaan Yusuf ketika masuk penjara merupakan antara suka dan duka.

la berduka karena dimasukkan ke dalam penjara sebagai orang yang teraniaya, dan bersuka karena ia berhasil keluar dari rumah tuannya pembesar kerajaan dan menjauhi tipu daya dan fitnah.

Akan tetapi temyata penjara itu membawa kebaikan baginya. Secara kebetulan di dalam penjara itu terdapat dua orang pelayan raja, yang pertama kepala pembuat minuman Nabu dan yang kedua kepala tukang roti Malhab dengan tuduhan bersekongkol terhadap raja.

Setelah lewat suatu malam, masing-masing dari kedua orang itu bermimpi dan menceritakan mimpinya kepada Yusuf.

Yang pertama berkata:
"Aku melihat dalam tidurku bahwa aku memeras anggur untuk membuat arak."
Yang kedua berkata:
"Aku bermimpi bahwa aku memikul roti di atas kepalaku yang dimakan oleh burung."
Kedua pemuda itu minta kepada Yusuf agar menafsirkan mimpinya, karena mereka mengetahui kepandaian Yusuf menafsirkan mimpi dan ketakwaan serta kebaikan yang dimilikinya.

Yusuf berkata kepada mereka, bahwa menegaskan kenikmatan menafsirkan mimpi yang dikhususkan Allah padanya dan mengakui kenikmatan lain, yaitu pengetahuan akan hal-hal yang gaib dengan wahyu Allah yang diturunkan kepadanya.

Misalnya ia dapat memberitahu kepada mereka tentang macam makanan yang akan di bawa ke dalam penjara untuk makanan mereka.

Kenikmatan-kenikmatan ini dikhususkan Allah padanya karena is ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, menolak untuk mempersekutukan-Nya, menjauhi agama orang-orang yang tidak beriman kepada adanya Allah dan mengingkari hari kemudian.

Di dalam penjara Yusuf tidak lupa menasihati mereka dan mengajak orang-orang tahanan supaya menyembah Allah semata-mata, sesuai dengan ajakan bapak-bapaknya Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub dan jangan menyembah selain Allah.

Yusuf Menafsirkan Mimpi Kedua Temannya

Ketika Yusuf selesai menasihati kedua temannya, mulailah ia menjawab pertanyaan tentang tafsir mimpi mereka.

Maka Yusuf berkata:
"Adapun engkau kepala tukang pembuat minuman, maka bergembiralah, karena engkau akan dibebaskan lantaran tidak terlibat persekongkolan melawan raja." 
"Adapun engkau kepala tukang roti, maafkan aku bila tafsiranku kurang berkenan di hatimu bahwa engkau akan dihukum mati dengan disalib, dan burung-burung akan memakanmu dari bagian kepala, karena engkau terlibat dalam persekongkolan melawan raja. Demikianlah yang diputuskan Allah sebagimana saya terangkan, dan hal itu pasti terjadi, karena saya tidak berbicara sembarangan, melainkan berdasarkan apa yang telah diilhamkan Tuhanku kepadaku dalam penafsiran mimpi kalian berdua."
Ketika kepala tukang pembuat minuman hampir keluar dari penjara. Yusuf berpesan agar ia menceritakan kisahnya kepada raja mengenai keadaan Yusuf yang sebenarnya sebagai orang yang tera-niaya.

Karena terlalu gembiranya, kepala tukang pembuat minuman itu melalaikan pesan Yusuf, sehingga mengakibatkan Yusuf tinggal di situ beberapa tahun lagi. (Q.S.Yusuf: 41-42)

Mimpi Raja

Meski beberapa tahun Yusuf tinggal di penjara, Allah mentakdirkan ia keluar dari situ dengan ganti memperoleh kedudukan yang tinggi.

Pada suatu hari raja bermimpi yang menimbulkan ia gelisah dan ketakutan.

Maka ia pun mengumpulkan dukun-dukun dan orang-orang pandai, kemudian berkata kepada mereka:
"Sesungguhnya aku telah bermimpi melihat 7 ekor sapi yang gemuk di makan 7 ekor sapi yang kurus. Aku bermimpi pula melihat 7 batang gandum hijau dan 7 batang gandum kering, maka terangkanlah takwil dari mimpi itu jika kalian mampu menafsirkannya."
Orang-orang itu terkejut tentang mimpi raja dan bingung. Mereka saling bermusyawarah dan memberikan jawaban yang tidak memuaskan, bahwa mimpi itu tidak bisa ditafsirkan, karena itu hanya merupakan mimpi biasa dan tidak berarti apa-apa.

Kepala Tukang Pembuat Minuman dan Yusuf

Kepala tukang pembuat minuman mendengar pertanyaan raja dan jawaban dukun-dukun serta pembesar-pembesarnya menunjukkan kebodohan mereka.

Maka ia pun teringat akan Yusuf temannya di penjara yang telah menafsirkan mimpinya dan mimpi temannya dan telah terbukti kebenarannya.

la pun tampil di hadapan orang-orang itu dan memberitahu mereka seraya berkata: "Saya sanggup memberitahu kalian tentang arti dari mimpi ini, karena di dalam penjara ada seorang pemuda yang bernama Yusuf.

Kami pernah ditahan di dalam penjara bersamanya, saya dan kepala tukang roti, masing-masing dari kami pernah bermimpi dan telah diterangkan oleh Yusuf dan terbukti kebenarannya.

Apabila paduka raja setuju mengirimkan saya kepada Yusuf, maka saya akan membawakan penafsiran dari mimpi ini.

Raja dan orang-orangnya setuju atas permintaannya dan mereka mengutusnya kepada Yusuf.
Kepala tukang minuman pergi menemui Yusuf di penjara dan berbincang-bincang sebentar dengannya mengenang masa lalu, kemudian menceritakan sebab-sebab kelupaannya terhadap pesan Yusuf.

Setelah itu mulailah ia menerangkan tujuan kedatangannya seraya berkata:
"Hai Yusuf yang berkata benar, terangkanlah arti mimpi berikut. Tujuh ekor sapi gemuk dimakan tujuh ekor sapi kurus dan tujuh batang gandum hijau berdekatan dengan tujuh batang gandum kering.
Berilah fatwa kepadaku hai Yusuf tentang hakikat mimpi ini, supaya saya beritahukan kepada orang-orang raja, barangkali mereka mengetahui keutamaan dan kedudukan ilmumu." (Q.S. Yusuf: 45-46)

Yusuf Menerangkan Mimpi Raja

Yusuf rnulai menerangkan mimpi raja dan ia tidak hanya menerangkan arti mimpi saja, namun ia pun menerangkan pula pemecahan kesulitan yang timbul dari arti mimpinya.

Yusuf berkata:
"Mesir akan mengalami tujuh tahun yang subur, maka pada tahun-tahun itu kamu hendaklah menanami tanahmu dengan gandum dan sya'ir. Kemudian hasil panennya kamu simpan dalam batang-batang gandumnya (tidak digiling), dan jangan boros dalam pemakaiannya kecuali sekedar yang dibutuhkan saja. Karena setelah itu akan datang tujuh tahun yang kering, di mana kamu akan memakan persediaan gandum yang kamu simpan, dan jangan pula dihabiskan untuk digunakan sebagai bibit bagi tanaman berikutnya. 
Setelah lewat tahun-tahun yang kering ini akan datang sate tahun yang subur di mana turun hujan dan tanah akan menghasilkan biji-bijian yang banyak dan sari buah-buahan seperti anggur dan zai-tun. (Q.S. Yusuf: 47-48-49)

Pembuktian Kejahatan Orang-orang Perempuan

Kepala tukang minuman menceritakan mimpi yang diterangkan oleh Yusuf, dan tahulah raja bahwa penafsirannya sesuai dengan mimpinya yang menunjukkan kepandaian akal penafsirnya.

Maka raja pun menyuruh memanggil Yusuf untuk menjelaskan secara terperinci. Pergilah utusan raja untuk menyampaikan keinginan raja. Namun Yusuf tidak bergairah untuk keluar, dan ia pun tetap mendesak untuk tetap tinggal di penjara sampai ia dibebaskan dari tuduhan sebagai orang teraniaya.

la minta kepada utusan itu agar kembali kepada raja dan minta darinya untuk menyelidiki persekongkolan yang telah dilakukan terhadap dirinya. Juga menanyai perempuan-perempuan yang menghadiri jamuan makan di rumah istri pembesar dan melukai jari-jari mereka dalam jamuan itu, serta tentang sebab-sebab penahanannya supaya mereka menjadi saksi dalam perkaranya.

Utusan raja menyampaikan surat Yusuf kepada raja. Kemudian raja mengirim utusannya kepada perempuan-perempuan itu dan mengumpulkan mereka serta meminta penjelasan hakikat yang mereka ketahui tentang Yusuf di hadapan istri pembesar itu.

Maka raja bertanya:
"Apa kepentinganmu ketika kamu merayu Yusuf?"
"Apakah kamu mendapati bahwa ia senang kepadamu?"
"Apakah ia tersenyum dan apakah ia bercanda dengan kalian, sehingga kalian berani merayunya dan menuntut sesuatu darinya yang tidak patut bagi kalian?"
Perempuan-perempuan itu menjawab:
"Kami berlindung kepada Allah, kami tidak mengetahui adanya keburukan sedikit pun pada dirinya."
Ketika itu Zulaika melihat bahwa sebaiknya dia mengakui kenyataan yang terjadi, karena biarpun dia menyangkal, namun perempuan-perempuan itu akan menjadi saksi yang memberat-kannya dan membuktikan kesalahannya terhadap Yusuf.

Oleh karena itu Zulaika mengakui kesalahannya, dan beralasan bahwa dengan pengakuan itu ia ingin memberitahu Yusuf, bahwa ia tidak ingin memanfaatkan lamanya Yusuf tinggal di dalam penjara untuk meneruskan tuduhannya dan mengkhianatinya, karena Allah tidak akan mensukseskan rencana orang-orang yang berkhianat. Kemudian ia pun beralasan pula bahwa nafsu itu cenderung kepada kejahatan, kecuali siapa yang dilindungi Allah dan di peliharanya dan Allah itu maha pengampun terhadap orang-orang yang bertobat.


Raja Menunjuk Yusuf Sebagai Menteri Ekonomi

Kebenaran Yusuf telah menambah kepercayaan raja kepadanya. Kemudian raja menyuruh utusannya memanggil Yusuf dan setelah Yusuf tiba, maka raja berkata: 
"Sesungguhnya kamu akan menjadi orang yang mempunyai kedudukan mulia di sisi kami, dan dipercaya mengurusi segala sesuatu." 
Maka mulailah Yusuf menjadi menteri yang diserahi tugas mengurusi masalah-masalah ekonomi Mesir dan memiliki kekuasaan besar.

Inilah balasan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang saleh dengan memberikan kenikmatan-Nya kepada siapa yang dipilih-Nya di antara mereka, dan memberikan ganjaran kepada mereka di dunia atas kebaikan yang mereka perbuat. Kemudian sesungguhnya pahala Allah di akhirat lebih baik dari pahala dunia bagi orang-oang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan mereka, (Q.S. Yusuf: 54-57)

Saudara-saudara Yusuf di Mesir

Terwujudlah takwil Yusuf terhadap mimpi raja dengan kedatangan tujuh tahun subur, maka Yusuf memperhatikannya dengan mengurusnya dan menyimpan kelebihan biji-bijian. Kemudian datanglah tujuh tahun lain yang kering, sehingga timbul kelaparan dan kekeringan, terutama di negeri-negeri tetangga seperti Palestina, lantaran tidak adanya persiapan penduduknya menghadapi tahun seperti ini.

Ya'qub dan anak-anaknya juga mengalami kesulitan hidup yang sangat seperti yang dialami lainnya. la mendengar adanya persediaan makanan di Mesir, maka ia pun minta kepada anak-anaknya kecuali Benyamin supaya ke Mesir dengan membawa perbekalan berupa barang-barang Perak serta lainnya untuk ditukar dengan gandum dan sya'ir.

Saudara-saudara Yusuf sampai di Mesir dan mereka diawasi oleh orang-orang kerajaan yang membawa mereka menghadap Yusuf di Istana.

Tahulah Yusuf dan rant muka dan omongan serta pakaian rnereka yang menunjukkan orang Palestina, bahwa mereka adalah saudara-saudaranya. Adapun mereka itu, malah sebaliknya tidak mengenali Yusuf yang telah lama berpisah dan banyak berubah, di samping keberadaannya di kementerian ekonomi dan pakaiannya yang khusus dan bicaranya adalah bahasa Mesir kuno.

Yusuf menerima saudara-saudaranya sebagai tamu dan menimbang gandum dan sya'ir bagi mereka dengan timbangan yang dilebihkan dan memberikan bekal kepada mereka untuk di perjalanan.

Ketika mereka siap-siap untuk pergi ia berkata kepada mereka:
"Bawalah kepadaku seorang saudaramu yang ada bersama ayahmu Jika kalian tidak berhasil mendatangkan saudara kalian, maka saga akan mempersulit usaha kalian dan kalian tidak akan mendapat bagian dariku bilamana kalian kembali ke Mesir untuk kedua kalinya."
Ketika Yusuf mengajukan petanyaan itu kepada saudara-saudaranya dan memperingatkan mereka akan akibat kegagalan mendatangkan saudaranya itu, mereka pun berkata kepadanya:
"Kami akan membujuk ayah kami supaya beliau mengizinkan kami membawanya ke Mesir dan kami tegaskan kepadamu bahwa kami akan melaksanakan permintaanmu."
Ketika mereka hendak berangkat pulang, Yusuf menyuruh pelayannya menyisipkan uang di dalam barang-barang mereka tanpa setahu mereka.

Yusuf menghendaki perbuatan ini supaya saudara-saudaranya berbaik sangka kepadanya bilamana mereka kembali ke Palestina, dan mengetahui kebaikan perbuatannya.

Dengan demikian is bisa mendorong mereka untuk kembali ke Mesir, karena mereka berharap akan mendapatkan banyaknya kebaikan darinya.


Saudara-saudara Yusuf Kembali Kepada Ayah Mereka (Ya'qub)

Saudara-saudara Yusuf kembali ke ayah mereka dengan membawa bahan makanan. Mereka menceritakan kepadanya apa yang terjadi pada mereka bersama menteri ekonomi, juga kebaikan sambutan dan penghormatan yang mereka terima.

Juga mereka menceritakan bahwa mereka diharuskan membawa Benyamin bila mereka kembali untuk kedua kalinya, atau mereka tidak akan diberi bahan makanan.

Maka mereka minta kepada ayahnya supaya mengizinkan mereka membwa Benyamin dan menegaskan bahwa mereka akan rnemelihara dan menjaganya.

Ya'qub teringat peristiwa masa lalu yang menirnpa Yusuf, maka ia pun bertanya kepada mereka, apa mereka sanggup menjaga Benyamin dan menjamin tidak akan terulang lagi peristiwa yang menimpa Yusuf.

Setelah mereka berjanji akan menjaga Benyamin baik-baik dan tidak akan menyia-nyiakannya, maka barulah Ya'qub merelakan kepergian Benyamin bersama mereka.

Ya'qub merasa tenteram setelah mendengar janji putra-putranya dan memahami keikhlasan mereka. la berpesan kepada mereka supaya masuk kota melalui beberapa pintu, agar tidak menarik perhatian.

Yusuf Menahan Saudaranya Benyamin

Saudara-saudara Yusuf tiba di mesir dan menemui Yusuf di kantornya dengan di temani saudara mereka Benyamin.

Kemudian Yusuf menyendiri dengan saudaranya dan menjelaskan bahwa dirinya adalah Yusuf saudaranya sekandung.

Kemudian is mengungkapkan maksudnya untuk menahannya. sehingga bisa tinggal lebih lama bersamanya. Sekaligus tindakan ini sebagai balasan darinya terhadap saudara-saudaranya yang pernah menyusahkannya.

Yusuf memperlengkapi saudara-saudaranya seperti yang dilakukan pertama kali. la pun menambahi beban Benyamin, dan mengambil takaran resminya yang mereka pergunakan untuk menimbang dan meletakannya di dalam barang-barang saudaranya Benyamin.

Pembantu-pembantu Yusuf mencari timbangan namun tidak menemukannya, sedangkan pada waktu itu mereka hanya menimbang bagi saudara-saudaranya ini, maka mereka tidak ragu-ragu lagi bahwa saudara-saudara Yusuf yang mencuri takaran itu.

Salah seorang pembantu Yusuf berseru:
"Hai rombongan. berhentilah sesungguhnya kalian mencuri."Saudara-saudara Yusuf menanyakan barang yang hilang itu dan pegawai Yusuf menjawab, yang hilang adalah takaran resmi dan barang siapa yang menemukannya akan diberi balasan bahan makanan sebanyak muatan seekor unta.
Saudara-saudara Yusuf bersumpah bahwa mereka tidak mencurinya. Pegawai Yusuf berkata: "Apa balasan orang yang mencuri?"
Mereka menjawab:
"Balasan orang yang mencuri timbangan adalah dijadikan budak, dan itu adalah balasan yang adil bagi o-rang yang mencuri."
Ini adalah balasan bagi pencuri menurut syari'at Ya'qub.

Mulailah Yusuf dan pegawai-pegawainya memeriksa barang saudara-saudaranya. Kemudian mereka memeriksa barang-barang Benyamin dan mengeluarkan takaran itu dari situ. Saudara-saudara Yusuf terkejut menyaksikan hal itu, dengan demikian berhasillah siasat Yusuf dan dapatlah ia menahan Benyamin.

Demikianlah Allah mengatur hal itu bagi Yusuf, karena bila bala-san perbuatan itu bukan menjadikan pencurinya sebagai budak, niscaya ia tidak dapat menahan saudaranya. Dan hikmah-Nya kepada Yusuf dapat mengangkat derajat-Nya.


Memohon Belas Kasihan Kepada Yusuf 

Sementara penemuan takaran resmi di antara barang-barang Benyamin telah memalukan saudara-saudaranya, mereka berdalih bahwa saudaranya itu dan saudara lainnya pernah mencuri (maksudnya Yusuf).

Yusuf memahami apa yang dimaksudkan saudara-saudaranya dan timbul kekecewaan di dalam hatinya menyaksikan keburukan perangai saudara-saudaranya itu.

Menurut riwayat: Tatkala Rachel ibu Yusuf pergi bersama Yusuf dari negeri yang terletak di antara dua sungai menuju Palestina, ia pun membawa sebuah patung kecil dari emas yang dimiliki oleh ayahnya Laban.

Kemudian ayah Rachel yang benama Laban merasa kehilangan patung tersebut, namun tidak berhasil menemukannya pada Rachel maupun orang lain, karena Rachel menyembunyikannya di sela-sela perlengkapan unta yang dinaikinya.

Ketika Ya'qub bersama keluarganya tiba di Palestina, patung itu berada pada Yusuf dan di boat mainan lantaran menyerupai boneka Yang biasa dijadikan mainan oleh anak-anak kecil. Itulah sebabnya Yusuf dituduh mencuri dari rumah kakeknya (bapak dari ibunya), Padahal kenyataannya tidak begitu.


Pertemuan Antara Ya'qub dan Yusuf

Saudara-saudara Yusuf kembali kepada ayah mereka Ya'qub tanpa membawa Benyamin. Mereka mengabarkan kepadanya apa yang telah terjadi dengan Benyamin di Mesir. Ya'qub bertambah sedih mendengar kejadian yang menimpa Benyamin dan ia tidak lagi percaya akan omongan mereka, karena ia masih belum melupakan peristiwa Yusuf.

Maka ia pun menuduh mereka seraya berkata:
"Sesungguhnya kalian telah, merencanakan untuk membebaskan diri kalian dari Benyamin, sebagaimana kalian membebaskan diri kalian dari saudaranya sebelum itu, kalau tidak maka dari mana menteri itu mengetahui bahwa pencurinya adalah saudaramu Benyamin, kalau bukan lantaran persekongkolan kalian terhadap saudaramu. Aku tidak berdaya dalam hal ini, kecuali bersabar dengan kesabaran yang baik sambil berharap kepada Allah, agar mengembalikan anak-anakku semuanya kepadaku. Dialah yang mengetahui segala sesuatu dan dalam segalanya, itu terdapat hikmah."

Kendati Ya'qub mengalami kesusahan yang berturut-turut, namun ia tetap berharap kepada Allah dan peryaca bahwa Allah akan mewujudkan harapannya (Q.S. Yusuf: 83)

Saudara-saudaranya Menyelidiki Yusuf

Saudara-saudara Yusuf mematuhi perintah ayahnya dalam mencari Yusuf. Maka kembalilah mereka ke Mesir untuk mencari kedua saudara mereka guna mendapatkan makanan yang mereka butuhkan.
Mereka menemui Yusuf di kantornya untuk memohon belas kasihan dalam usaha melepasakan Benyamin. Mereka pun menceritakan keadaan mereka yang miskin dan membutuhkan bahan makanan, dengan harapan supaya Yusuf mau memberi mereka bahan makanan yang cukup.

Timbul rasa iba di hati Yusuf ketika mendengar keluhan saudara-saudaranya. Lantas terpikir olehnya untuk mengungkapkan keadaan dirinya yang sebenarnya supaya mereka bisa tinggal bersamanya dalam keadaan sejahtera.

Kemudian ia memanggil Benyamin, lalu berkata Yusuf kepada mereka:
"Tahukah kalian akan besarnya kejahatan dan buruknya perbuatan yang kalian lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya? Ingatkah kalian akan perbuatan kalian yang memisahkan Yusuf dari ayahnya dan membuangnya ke dalam sumur? Adapun Benyamin, maka kalian telah menyedikan hatinya atas kehilangan saudaranya sekandung, sehingga ia pun ikut menderita."
Timbul kebimbangan di hati saudara-saudara Yusuf ketika mendengar omongan tersebut mengenai diri pembicara, jangan-jangan inilah Yusuf.

Maka mereka pun berkata dengan perasaan berdebar:
"Apakah engkau Yusuf?"
Yusuf menjawab:
"Benar, aku Yusuf dan ini saudaraku Benyamin."
Mereka pun mengakui kesalahannya dan minta dikasihani serta di maafkan atas dosa-dosa mereka.
Yusuf menjawab:
"Kalian tidak akan dihukum dan dipersalahkan dan aku mohon kepada Allah ampunan dan rahmat bagi kalian, dan Ia adalah maha penyayang di antara pares penyayang."

Tatkala Yusuf menanyakan tentang ayahnya dan mengetahui bahwa ia telah kehilangan penglihatannya lantaran kesedihan yang sangat, ia pun memberikan bajunya kepada mereka dan menyuruh mereka supaya mendekatkannya ke wajah ayahnya, sehingga penglihatannya bisa pulih kembali dan mengajaknya ke Mesir bersama keluarga semuanya. (Q.S. Yusuf: 88-93)

Ya'qub Menerima Kabar Keselamatan Yusuf

Ketika saudara-saudara Yusuf tiba kembali di negeri mereka, maka di dekatkanlah baju Yusuf ke wajah mereka. Maka timbul kegembiraan di hati ayah mereka sehingga kembalilah penglihatannya dengan izin Allah.

Kemudian diceritakan kepadanya, bahwa Yusuf menghendaki kedatangan ayahnya bersama keluarganya ke Mesir.

Ketika itu Ya'qub mengingatkan kepada mereka akan kebenaran perkataannya dan perasaannya, bahwa ia memahami dari rahmat Allah dan keutamaan-Nya, sedangkan mereka tidak memahami.

Maka mereka pun mengemukakan alasan dan meminta maaf atas perbuatan mereka yang lampau, dan berharap agar Ya'qub memohonkan kepada Allah atas dosa-dosa mereka, karena hanya Allah yang hanya dapat memberi arnpunan dan rahmat yang kekal.

Pertemuan Mengesankan dan terwujudnya Mimpi Yusuf

Ya'qub menyuruh anak-anaknya menyiapkan segala sesuatu yang perlu untuk berangkat menuju Mesir bersama keluarganya yang berjumlah 70 orang.

Ketika Yusuf mengetahui kedatangan mereka, ia pun menyambut mereka bersama pembantu-pembantunya di perbatasan Mesir.

Tibalah keluarga Ya'qub di Mesir. Pertemuan mereka yang sangat mengesankan, sepertinya tidak bisa dilukiskan, mengingat keduanya telah lama tidak berjumpa.

Yusuf menempatkan kedua orang tuanya pada kedudukan mulia, dan minta kepada keluarganya agar mereka mau berdiam di Mesir dalam keadaan aman dan selamat dengan izin Allah.

Kemudian rombongan itu memasuki gedung pemerintahan dan Yusuf memdudukkan kedua orang tuanya di dekatnya.

Ya'qub dan anak-anaknya telah diliputi rasa hormat kepada Yusuf yang telah diberikan kemuliaan oleh Allah, maka mereka pun memberikan penghormatan kepadanya dengan cara menundukkan kepala kepadanya, sesuai dengan adat orang-orang pada masa itu dalam menghormati pembesar-pembesar yang berkuasa.

Yusuf teringat akan mimpinya yang dulu di waktu ia masih kecil, maka ia berkata kepada ayahnya:
"Inilah tafsir mimpi yang dulu kuceritakan kepadamu, ketika aku melihat dalam mimpi 11 bintang dan matahari serta bulan bersujud kepadaku. Allah Tuhanku mewujudkan sebagaimana Dia telah memuliakan aku, dan berbuat kebaikan kepadaku dengan menunjukkan kebenaran, dan membebaskan aku dari penjara serta mempertemukan kita kembali." (Q.S. Yusuf: 99-100)
Share:

Minggu, 07 Januari 2018

KISAH NABI ISHAQ DAN YA'QUB AS.

Kenabian Ishaq dan Ya'qub

Ishaq as. adalah putra Ibrahim as. dari istrinya Sarah. Dari keturunannya itu muncul nabi-nabi Bani Israel. di antaranya adalah putranya Ya'qub as.

Ilustrasi Kisah Nabi Ishaq dan Yaqub AS
Ilustrasi Kisah Nabi Ishaq dan Yaqub AS

Kenabian itu terdapat dalam keturunan Ibrahim dari kedua Putra-nya Ismail dan Ishaq sebagaimana firman Allah Swt.:

"Kami telah menjadikan dalam keturunannya (Ibrahim) kenabian dan Al-Kitab."

AI-Qur'an telah memuat kenabian Ishaq. Ia termasuk orang yang saleh dan Allah mengkhususkannya dengan berkah-Nya, sebagaimana Allah telah mengkhususkan bapaknya dan malaikat memberitahu bapaknya Ibrahim mengenai hal itu.

Allah Swt. berfirman:

"Kami berikan kabar gembira kepadanya dengan seorang anak yang bernama Ishaq sebagai nabi dan is termasuk golongan orang-orang yang saleh. Kami berkati Ibrahim dan Ishaq itu. Dan di antara keturunan mereka ada yang berbuat balk dan ada yang berbuat aniaya kepada dirinya sendiri dengan terang-terangan." (Q.S. As-Shaffat: 112-113)

Sebagaimana Allah menyebutkan kenabian Ya'qub dengan firman-Nya kepada rasul-Nya Muhammad Saw.:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah menurunkan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya, dan Kami telah turunkan wahyu kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq dan Ya'qub serta cucu-cucunya."

Allah Swt. menyuruh nabi-Nya Muhammad untuk mengingat hamba-hamba-Nya Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub serta kekuatan mereka dalam ketaatan dan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah Ta'ala kepada mereka berupa kenabian, dan Allah telah memilih mereka dengan sebab sifat-sifat mulia berupa keadaan mereka yang selalu ingat akan akhirat.

"Oleh karena itu mereka termasuk orang-orang yang terpilih di sisi Allah di antara putra-putra bangsa mereka." (Q.S. Shad: 45-47)

Dalam nash Al-Qur'an ini terdapat pelajaran bagi orang mukmin, bahwa akhirat adalah tujuan utamanya, maka is pun mengerjakan amal-amal saleh untuk memperoleh perlindungan Allah dan keberun-tungan mendapatkan keridhaan-Nya.

Sekelumit Tentang Kehidupan Ishaq dan Ya'qub

Al-Qur'an tidak menyebutkan sesuatu tentang kehidupan Ishaq yang khusus dan tidak pula tentang kehidupan putranya Ya'qub, kecuali yang disebut-Nya tentang kehilangan putranya Yusuf dan peristiwa-peristiwa yang terjadi mengenai hal itu yang akan saya sampaikan semuanya dalam kisah Yusuf as.

Di sini akan kami sebutkan secara ringkas riwayat ahli Kitab mengenai Ishaq dan Ya'qub.
Tatkala Ibrahim merasa ajalnya hampir tiba, Ishaq belum kawin dan hapaknya tidak ingin rnengawinkannya dengan perempuan Kana'an yang tidak mengenal Allah dan asing di dalam keluarganya, Oleh karena itu Ibrahim menugaskan salah seorang pelayan yang mengurusi rumahnya agar pergi ke Harran di Iraq dan membawa seorang perempuan dari keluarganya. Pelayan itu pergi dengan pemeliharaan Allah dan tibalah ia di Harran dan jatuhlah pilihannya atas Rafqah binti Batuwael bin Nahur saudara Ibrahim as. Jadi Rafqah adalah putri keponakan Ibrahim, kemudian pelayan itu membawanya ke tempat Ibrahim dan mengawinkannya dengan Ishaq.

Setelah lewat 20 tahun dari perkawinannya, Ishaq dikaruniai dua anak kembar, yang pertama bernama Aisu (orang Arab menam akan-Nya keduanya keluar dari perut ibunya dengan memegangi
kaki-saudaranya, sehingga yang kedua dinamakan Ya'qub yang juga bemama Israel.

Ishaq lebih mencintai Al-Aish karena ia lahir duluan, dan ibunya Rafqah lebih mencintai Ya'qub karena ia lebih kecil.

Pada suatu hari Ishaq menginginkan suatu makanan dan minta kepada Aish untuk mengambilkannya, maka Ya'qub lebih dulu mengambilkan untuk bapaknya dengan persetujuan ibunya. kemudian Ishaq memakannya dan mendoakannya.

Ketika Aish mengetahui hal itu, ia pun marah kepada saudaranya dan mengancamnya. Tatkala ibunya mengetahui, ia pun memberi isyarat kepada Ya'qub agar pergi mengunjungi saudara ibunya Laban di kota Haran Iraq dan tetap tinggal di sana hingga kemarahan saudaranya menjadi reda, dan supaya ia kawin dengan putri paman-nya.

Ibunya minta kepada Ishaq agar menyuruhnya melakukan hal itu, menasihati serta mendoakannya.
Maka pergilah Ya'qub ke tempat tinggal pamannya Laban dan tinggal di situ mengabdi kepadanya. Sebagai imbalannya. Ya'qub menginginkan kawin dengan putrinya yang bernama Rachel, akan tetapi pamannya mengawinkan dengan putrinya yang besar bernama Liyah.

Ketika tiba waktu pagi, Ya'qub berkata kepada pamannya:
"Sebenarnya aku meminta putrimu Rachel dan ia adalah yang tercantik di antara keduanya."

Maka berkatalah pamannya kepadanya:
"Bukanlah kebiasaan kami mengawinkan yang kecil sebelum yang besar dan jika engkau menyukai saudaranya, maka bekerjalah tujuh tahun lagi supaya aku kawinkan engkau dengannya."

Ya'qub bekerja 7 tahun lagi agar dapat dikawinkan dengan Rachel, hal itu sudah menjadi kebiasaan dalam ajaran agama mereka. Laban telah memberikan kepada masing-masing putrinya seorang sahaya perempuan. Kepada putrinya yang bernama Liyah ia memberikan sahaya perempuan bernama Zulfa dan kepada Rachel ia memberikan sahaya bernama Balhah, kemudian masing-masing memberikan sahayanya kepada Ya'qub. Dengan demikian Ya'qub mempunyai 4 istri dan dari mereka ia dikaruniai 12 orang anak.

Dari istrinya Liyah ia dikaruniai:
Ruben, Syam'un, Levi, Yahuda, Yasakir, dan Zabulon.

Dari istrinya Rachel ia dikaruniai: Yusuf dan Benyamin. Dari Isterinya Balhah is dikaruniai: Daan dan Naftali. Dari istrinya Zulfa ia dikaruniai: Jaad dan Asyir.

Setelah 20 tahun tinggal bersama pamannya Laban, Ya'qub pun minta izin darinya untuk kembali kepada keluarganya dan pamannya mengizinkannya.

Tatkala Ya'qub hampir tiba di negeri Kana'an (Palestina), tahulah ia bahwa saudaranya siap menemuinya dengan 400 orang, sehingga Ya'qub merasa takut dan mendoakannya serta menyiapkan hadiah besar bagi saudaranya yang di kirimkan bersama orang-orangnya.

Maka lunaklah hati Aish ketika melihat hadiah pemberian saudara-nya dan ditinggalkanlah tempat itu bagi saudaranya, lalu pergilah ia ke gunung Sa'ir.

Adapun Ya'qub, maka ia pergi kepada ayahnya Ishaq dan tinggal bersama di kota Hebron yang di kenal dengan nama Al-Khalil.

Ishaq hidup selama 180 tahun dan di makamkan di gua tempat bapaknya (Ibrahim) dimakamkan di kota Al-Khalil.

Cucu-cucu (Al-Asbath)

Mereka adalah anak-anak Ya'qub yang berjumlah 12 orang atau cucu-cucu dari putranya.

As-Sibith dari bangsa Yahudi adalah seperti suku dari bangsa Arab. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari satu bapak dan masing-masing anak Ya'qub menjadi bapak bagi Sibith Bani Israel.

Maka seluruh bani Israel berasal dari anak-anak Ya'qub yang ber-jumlah 12 orang.

Dalam suku-suku ini telah tampak kenabian dalam bentuk seperti berikut:

Suku (Sibith) Levi, di kalangan mereka terdapat nabi-nabi Musa, Harun, Ilyas dan Ilyasa'.

Suku (Sibith) Yahuda, di kalangan mereka terdapat nabi-nabi Dawud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, dan Isa.

Suku (Sibith) Benyamin, di kalangan mereka terdapat nabi Yunus.

Share:

Sabtu, 06 Januari 2018

KISAH NABI LUTH AS.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa Ibrahim as. hijrah dari kota Harran menuju Palestina dengan ditemani istrinya dan pengikut-pengikutnya, di antaranya adalah anak saudaranya Luth bin Harun.
Kemudian Ibrahim bersama Luth menuju Mesir di saat kelaparaii merajalela di Palestina, dan setelah reda keduanya kembali dari Mesir bersama ternak yang diberikan raja Mesir kepada mereka.

Ilustrasi Kisah Nabi Luth
Ilustrasi Kisah Nabi Luth


Berhubung padang rumput yang sempit tidak mencukupi bagi ternak mereka yang banyak, dan sering timbul pertikaian antara gembala-gembala Ibrahim dan Luth, maka Ibrahim berpendapat untuk saling membagi tanah dengan Luth guna menghentikan perselisihan.

Kemudian Ibrahim menawarkan tempat yang cocok baginya, maka ia pun memilih Yordania di mana terdapat dua kota Sodom dan Gomorrah, dan ia menetap di kota Sodom.

Penduduk kota Sodom adalah orang-orang yang suka berbuat maksiat, seperti melakukan perampokan dan perzinahan paling keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun di antara anak-anak Adam pada waktu itu yaitu perbuatan liwaath (homoseks).

Maka Allah mengutus nabi-Nya Luth dengan tugas Ilahi untuk memberi petunjuk kepada mereka dan memperingatkan mereka akan keburukan perbuatan mereka.

Tugas Luth Sebagai Rasul

Luth mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah dan mengancam perbuatan mereka dengan siksa-Nya, dan mendesak mereka untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat dan munkar.
Luth berkata kepada mereka:
"Sesungguhnya aku adalah utusan Allah, maka takutlah kamu atas kepada Allah dan patuhlah kamu atas perintah dan ajakanku kepadamu. 

Aku tidak meminta upah darimu atas petunjuk dan kebenaran yang kuserukan kepadamu, akan tetapi Allah sendiri yang akan memberi balasan kepadaku.

Tidaklah pantas kalian berbuat kemungkaran seperti mengadakan hubungan intim antara sesama lelaki, sesungguhnya kamu telah melampaui batas dengan melakukan perbuatan itu."

Namun demikian, kaum Luth bukannya mentaati seruan nabi mereka, melainkan mereka justru mengancamnya seraya berkata:
"Jika engkau tidak berhenti menjelek-jelekan kami, maka kami akan mengusirmu dari negeri ini."

Luth menjawab:
"Sungguh aku tidak menyetujui dan aku membenci perbuatanmu itu."

Di samping kejahatan homoseks, mereka juga melakukan kejahatan lain, yaitu melakukan perbuatan-perbuatan keji secara terang-terangan di rumah-rumah mereka dan melakukan perampokan terhadap para musafir, kemudian memperkosa mereka.

Perbuatan-perbuatan keji ini dikecam oleh Luth dan ia memperin-gatkan kaumnya akan siksa Allah, akan tetapi mereka juga tetap membangkang dan sombong dan berkata kepada Luth:

"Jika engkau benar dalam ancamanmu itu, maka segerakanlah dan datangkanlah siksaan itu." (Q.S. At-Ankabut: 28-29)


Beberapa Malaikat Menuju Sodom

Telah kami sebutkan sebelumnya dalam kisah Ibrahim bahwa malaikat-malaikat datang sebagai tamu yang menyamar dalam bentuk pemuda-pemuda, dan di antara misi yang mereka bawa adalah, mereka datang untuk membinasakan kaum Luth dengan sebab pembangkangan dan perbuatan keji mereka.
Ibrahim terkejut ketika mengetahui malaikat-malaikat itu akan membinasakan penghuni kota Sodom, karena di dalamnya ada putra saudaranya Luth, maka ia berkata kepada malaikat-malaikat itu:
"Sesungguhnya di situ terdapat Luth."
Malaikat-malaikat itu menjawab:
"Kami tahu bahwa di situ terdapat Luth, kebinasaan hanya terjadi atas orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Allah. Adapun Luth dan keluarganya serta para pengikutnya, mereka pasti selamat, kecuali istrinya yang akan ditimpa siksaann seperti orang-orang kafir. Kedudukan sebagai istri Luth tidak bisa menyelamatkannya, karena jelas perbuatannya di samping Ia mengkhianati suaminya serta terns membangkang dan berada dalam kekafiran." (Q.S. Al-Ankabut: 30-31)

Malaikat Bertamu Di Rumah Luth

Malaikat-malaikat itu meninggalkan Ibrahim dan pergi ke kota Sodom. Mereka datang ke rumah Luth yang tidak mengetahui siapa sebenamya mereka itu.

Luth merasa susah, karena is khawatir tamu-tamunya yang berwajah tarnpan itu akan diperkosa oleh kaumnya.

Tersebar berita di antara kaum Luth tentang kedatangan tamu-tamu yang tampan di rumah Luth. maka segeralah mereka datang ke situ dengan maksud yang jahat.

Untuk mengawasi hal ini Luth mencoba membujuknya dengan menawarkan putri-putrinya untuk dikawini, dengan syarat mereka tidak mengganggu tamu-tamunya.

Namun orang-orang itu tetap bersikeras untuk melaksanakan keinginan mereka.

Hukuman Allah Terhadap Kaum Luth

Ketika mereka tetap pada pendiriannya, maka malaikat-malaikat iilu membutakan math mereka, sehingga gagallah upaya mereka dalam keadaan terhina.

"Sesungguhnya mereka membujuk Luth supaya menyerahkan tamu-tamunya (supaya berbuat jahat dengan mereka), maka Kami butakan mata mereka seraya Kami katakan: Rasailah olehmu akan siksaan-Ku dan ancamanKu." (Q.S. Al-Qamar: 37)

Malaikat pun mengungkapkan kepada Luth tentang dirt mereka yang sebenarnya, dan memberitahukan bahwa mereka datang untuk membinasakan kaumnya dengan membutakan mata mereka, sehingga mereka tidak dapat menyelamatkan diri, kemudian menyelamatkan nabi Luth dari kejahatan mereka.

Maka para malaikat itu berkata kepadanya:
"Mereka tidak akan dapat mengganggumu dan mencemarkanmu dengan mengganggu kami, oleh karena itu pergilah engkau bersama keluargamu di waktu malam dari desa ini, dan jangan menoleh seorang pun di antara kamu ke belakang supaya tidak melihat kengerian siksaan."

Adapun istrimu yang telah mengkhianatimu, tidaklah ia keluar bersamamu lantaran ia akan ditimpa siksaan bersama kaummu, dan waktu kebinasaan mereka adalah subuh yang segera akan tiba. Ketika datang siksaan Allah, maka Allah menjadikan tanah desa yang tinggi dan didiami oleh kaum Luth menjadi rendah. Kemudian menghujani dengan batu-batu dari tanah keras yang berjatuhan di atas mereka secara berturut-turut. Demikian hebatnya siksaan Allah yang ditimpakan dengan segera kepada orang-orang yang lalim dan fasiq.

Daerah yang ditimpa siksaan itu sekarang dikenal dengan nama Laut Mati atau Danau Luth.
Sebagian ulama berpendapat, bahwa Laut Mati sebelum peristiwa itu tidak ada, ia timbul dari gempa bumi yang menyebabkan dataran tinggi di daerah itu menjadi rendah 400 m di bawah permukaan laut.

Pada tahun-tahun lampau ditemukan peninggalan-peninggalan dari kota Luth di tepi Laut Mati. 
Share:

KISAH NABI ISMAIL AS.

Kenabian Ismail

Ilustrasi Kisah Nabi Ismail AS
Ilustrasi Kisah Nabi Ismail AS

Allah menyebutkan tentang kenabian Ismail dengan firman-Nya:

"Dan ceritakanlah di dalam Al-Kitab, bah wa Ismail, adalah seorang yang menepati janji, seorang rasul dan nabi."

Kelahiran Ismail

Setelah Ibrahim kembali dari Mesir ke Palestina bersama istri dan hamba sahaya istrinya yang bernama Hajar, Ibrahim menginginkan seorang anak. Kemudian ia berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang saleh:
"Wahai Tuhanku, berilah aku anak yang saleh."

Nampaknya Sarah merasakan apa yang terlintas di Kati Ibrahim, maka ia berkata:
"Sesungguhnya Tuhan mengharamkan anak dariku, maka aku berpendapat supaya engkau kawin dengan sahayaku Hajar. barangkali Allah memberimu anak darinya."

Karena Sarah sudah lanjut usia dan tidak bisa diharapkan untuk menghasilkan anak, maka Ibrahim kawin dengan Hajar yang kemudian menurunkan Ismail sebagaimana yang diceritakan dalam Kitab Kejadian.

Adapun Ismail, aku telah mendengar perkataanmu mengenai dia, dan inilah Aku memberkatinya, mengembangkan serta memperbanyak dengan jumlah yang banyak sekali, yaitu melahirkan dua belas pemimpin dan Aku menjadikannya suatu umat yang besar. (Fasal 17 ayat 20)

Ini adalah berita gembira mengenai umat Muhammad, karena sesungguhnya Muhammad adalah keturunan Ismail. Begitu pula bangsa Arab Hijaz dan janji yang tidak terwujud dalam keturunan Ismail, kecuali melalui Muhammad Saw. dan umatnya.

Hijrah ke Wadi Makkah

Setelah Ibrahim mendapat anak bernama Ismail dari istrinya Hajar, maka Sarah meminta Ibrahim agar meinggalkannya karena kecemburuannya membuat ia tidak bisa hidup bersama Hajar. Ibrahim mengabulkan keinginannya karena suatu hal yang dikehendaki Allah, maka Allah mewahyukan kepada Ibrahim agar membawa Hajar dan Ismail yang masih menyusu pergi bersama-sama ke Makkah.

Dengan bimbingan Allah mereka tiba di suatu tempat yang kering dan tandus, yaitu tempat di mana akan dibangun Ka'bah.

Ibrahim menurunkan Hajar dan anaknya di tempat yang tandus dan tidak ada air, kemudian meninggalkan keduanya.

Maka Hajar mengikutinya dengan sedih dan berkata:
"Kemanakah engkau pergi? Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan hal ini?"
Ibrahim menjawab:
"Ya."
Hajar berkata:
"Kalau bgitu Allah tidak akan menyia-nyiakan kami."

Memancarnya Air Zarnzam

Hajar mematuhi perintah Allah dengan sabar. Ia makan dari bekalnya dan minuet dari air yang ditinggalkan Ibrahim sampai habis.

Maka hauslah ia dan putranya. Hajar terus memandang putranya yang kehausan, sehingga ia tidak tahan menyaksikan pemandangan yang menyedihkan ini.

Hajar bangkit dan kebingungan, ia berlari-lari kecil dan hampir kehilangan kesadarannya.

Ia naik ke suatu ternpat yang tinggi bernama Shafa, barangkali melihat air, ternyata ia tak menemui apa-apa.

Kemudian ia pun turun dan berlari-lari kepayahan sampai tiba di suatu tempat lain yang tinggi bernama Marwah.

la memandang dari tempat itu barangkali melihat sesuatu, kemudian kembali lagi ke Shafa, lalu memandang lagi barangkali ia melihat sesuatu.

Hal itu dilakukan hingga tujuh kali.

Kemudian pada terakhir kalinya ketika tiba di Marwah, ia menden-gar suara, lalu ia menoleh dan tiba-tiba berdiri seorang malaikat di tempat sumur Zamzam yng menggali dengan sayapnya hingga tampak air.

Hajar menyaksikan pemandangan yang mengesankan ini, maka ia pun diliputi rasa gembira, kemudia mulailah ia mengambil air itu dan memberi minum anaknya serta mengenyangkan dirinya.

Ketika air itu memancar, tertariklah burung-burung ke situ dan serombongan suku Jurhum sedang berjalan di dekat tempat ini, maka mereka melihat burung berputar-putar di sekitarnya.

Mereka saling bertanya:
"Sesungguhnya burung ini terbang di dekat air apakah kamu ketahui bahwa di sekitar lembah ini ada air?"
Mereka menjawab:
"Tidak."
Kemudian mereka mengirim salah seorang dari mereka untuk menyelidiki kabar itu.

Orang itu segera kembali kepada rombongan dengan membawa kabar gembira tentang adanya air, lalu mereka datang kepada Hajar seraya berkata:
"Bila engkau kehendaki, kami akan tinggal bersa-mamu untuk menghiburmu dan air itu adalah airmu."

Maka Hajar pun menyambut mereka dan mereka pun tinggal di dekatnya hingga Ismail menjadi dewasa dan kawin dengan perempuan Jurhum serta belajar bahasa Arab.

Pengorbanan Ismail

Ibrahim meninggalkan anaknya Ismail di Makkah, akan tetapi ia sering menjenguknya. Pada salah satu kunjungannya Ibrahim melihat dalam tidurnya, bahwa Allah menyuruhnya menyembelih putranya Ismail. Mimpi nabi-nabi adalah benar, karena ia sama dengan wahyu dari Allah.

Oleh karena itu Ibrahim bertekad untuk melaksanakan perintah Allah itu.

Ibrahim menceritakan hal itu kepada anaknya Ismail yang hanya satu-satunya pada saat itu.
Maka Ismail menjawab:
"Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan engkau akan mendapati aku sebagai orang yang sabar dan rela dengan kehendak Allah itu."

Setelah keduanya sepakat dan bertekad melaksanakan perintah itu, maka Ibrahim membaringkan putranya dengan wajah tertelungkup agar ia bisa menyebelih dari belakang dan tidak memandang wajah anaknya ketika menyembelih.

Ibrahim mulai menyembelih, namun pisaunya tidak mempan, dan ketika itu Allah berseru kepadanya:

"Hai Ibrahim, berhentilah menyembelih anakmu, telah cukup ujian dan Kami telah mendapati pada dirimu ketaatan dan kesegaran dalam melaksanakan perintah Tuhanmu.
Ini adalah ujian besar yang nyata yang telah Kami ujian terhadap imanmu dengannya, sehingga kamu termasuk orang-orang yang beruntung, maka ambillah kibas ini dan sembelihlah sebagai tebusan bagi putramu."

Siapakah Anak yang Disembelih itu?

Al-Qur'an memuat bahwa anak yang disembelih itu adalah Ismail. karena ia menyebut kisah anak yang disembelih, kemudian Allah mengabarkan kepada Ibrahim akan kedatangan Ishaq.

"Dan Kami kabarkan kepadanya kedatangan Ishaq sebagai nabi dan ia termasuk orang-orang yang saleh." (Al-Ayat)
Pemberitaan kedatangan Ishaq sesudah kisah penyembelihan, jelas menunjukkan bahwa Ishaq bukanlah anak yang diujikan kepada Ibrahim untuk menyembelihnya.

Adapun orang Yahudi mengaku, bahwa yang disembelih adalah Ishaq.

Kitab Kejadian menyebutkan, bahwa anak yang disembelih itu dan memulai penyebutannya dengan menyebut kecintaannya dengan perkataan Tuhan kepada Ibrahim:
"Ambillah putramu satu-satunya yang engkau cinta Ishaq, dan pergilah ke negeri Mauriya (Fasal 22, ayat 2)

Imam Ibnu Katsir menjawab pengakuan ini, bahwa lafad Ishaq di sini adalah kata yang di sisipkan, karena ia bukanlah satu-satunya, akan tetapi ia adalah Ismail bapak bangsa Arab yang mendiami Hijaz dimana Rasulullah Saw. diturunkan. Sedangkan Ishaq adalah bapak Ya'qub yang bernama Israil dimana nasab Yahudi berasal.

Mereka ingin mengalihkan kemuliaan ini kepada mereka. maka mereka pun menyelewengkan kalam Allah dan menambah sesuatu di dalamnya.

Ibrahim dan Ismail Membangun Ka'bah
Ibrahim tinggal di tempat yang jauh dari putranya dan lama tak berjumpa, kemudian ia datang kepada putranya untuk suatu urusan yang besar, yaitu Allah telah menyuruhnya membangun Ka'bah di Makkah, agar di jadikan rumah pertama yang di bangun untuk beribadah kepada Allah.

Ibrahim datang menemui putranya dan menceritakan maksudnya untuk membangun Ka'bah, sebagaimana diperitahkan Allah kepadanya. Ismail menjawab: "Laksanakanlah apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu, dan aku akan membantumu dalam urusan besar ini." Maka mulailah keduanya membangun Ka'bah hingga selesai, dan tempat Ibrahim berdiri ketika itu di kenal dengan nama Maqam Ibrahim.

Kemudian Allah Swt. memberi wasiat kepada Ibrahim dan Ismail untuk membersihkan rumah tersebut (Ka'bah) dari kotoran dan syirik serta penyembahan berhala, supaya ia suci bagi orang-orang yang bertawaf dan beriktikaf di dalamnya untuk beribadah, serta orang-orang rukuk dan sujud kepada Allah.

Sebagimana Al-Qur'an mengisyaratkan kepada doa Ibrahim yang berdoa kepada Tuhannya agar menjadikan negeri di mana rumah itu di bangun, sebagai negeri yang aman dan memberi rezeki kepada penghuninya yang beriman kepada Allah dan hari akhir berupa buah-buahan di bumf dan kebaikan-kebaikan yang lain.

Allah telah mengabulkan doanya dan memberitahukan kepadanya, bahwa Allah tidak kikir dalam memberi rezeki kepada orang-orang kafir di dunia, akan tetapi pada hari kiamat la akan menimpakan siksa mereka kepadanya, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Allah telah menjadikan Makkah Negeri yang aman. barangsiapa yang mengganggunya maka Allah akan membinasakan. sebagai-mana Allah telah mencurahkan rezeki atasnya, maka terdapat segala macam buah-buahan di situ dan negeri-negeri lain.

Akhirnya Allah mengisyaratkan pembangunan Ka'bah oleh Ibrahim dan Ismail dan peninggian pondamen-pondamennya, sedang keduanya berdoa dengan khusyu' kepada Allah supaya berkenan menerima kerajaan besar ini dan mereka.
Share:

Kamis, 04 Januari 2018

KISAH NABI IBRAHIM AS.

Nabi Ibrahim as. adalah salah seorang nabi yang termasuk ulul azmi.

Ibrahim mempunyai kedudukan besar di kalangan para pemeluk agama-agama Yahudi, Masehi dan Islam. Beliau dilahirkan dan di besarkan di negeri Babilon (Iraq). Nabi Ibrahim as. mempunyai ayah bernama Azar yang kafir, sedang ibunya adalah orang yang beriman secara diam-diam. (Menurut riwayat lain Azar bukanlah ayah Ibrahim, melainkan seorang yang dianggap ayah oleh Ibrahim).

Ilustrasi Kisah Nabi Ibrahim AS
Ilustrasi Kisah Nabi Ibrahim AS

Ibrahim dilahirkan dalam masa pemerintahan Raja Namrud yang perkasa. la seorang penyembah berhala dan mengaku Tuhan, maka orang yang menyembahnya lantaran takut kepadanya.

Ketika Ibrahim menginjak dewasa ia pun mengejutkan bapaknya dengan perkatannya:

"Apakah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan? Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."

Kemudian Ibrahim berkata:
"Hai kaumku, sembahlah Allah Tuhanmu."

Ketika Namrud mendengar hal itu, ia pun menghadirkan Ibrahim dan berkata kepadanya:
"Akulah yang menciptakanmu dan memberi rezeki kepadamu."
Ibrahim menjawab:
"Engkau berdusta, Tuhankulah yang menciptakan aku lalu memberi petunjuk kepadaku dan memberi makan serta memberi minum aku, dan apabila aku sakit Dialah yang menyembuhkan dan mematikan aku, kemudian menghidupkan aku dan yang kuharapkan untuk mengampuni dosaku pada hari kiamat" 
Ketika itu Namrud dan orang-orang yang bersamapya tercengang lantaran kagum atas kefasihan lidahnya, kemudian Namrud menoleh kepada Azar dan berkata:
"Ambillah anakmu dan peringatkanlah dia dengan kekuatanku."

Kemudian bapaknya mengambilnya dan memperingatkannya. Maka berkatalah Ibrahim kepadanya:

"Hai Bapakku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak bisa mendengar dan tidak bisa melihat serta tidak bermanfaat sedikit pun bagimu?"

Maka bapaknya memarahi dan mencelanya.

Kemudian Ibrahim rnendatangi berhala-berhala yang semuanya berjumlah 73 berhala, lalu memecahkannya dengan kapak dan tidak mengganggu berhala yang paling besar, akan tetapi ia
menggantungkan kapak itu di kepalanya lalu ia pergi.

Tatkala orang-orang datang ke situ, mereka pun mendapatinya dalam keadaan porak poranda. Mereka menduga bahwa pelakunya tidak lain adalah Ibrahim.

Mereka memberitahu Namrud yang sebelumnya mengaku Tuhan dan gemar menyembah berhala.Maka ia pun menyuruh meng-hadirkan Ibrahim. Ketika ia Nadir di hadapan Namrud, berkatalah Namrud dan kaumnya kepadanya:
"Engkaukah yang telah melakukan hal ini terhadap Tuhan-Tuhan kami, hai Ibrahim?" 
Ibrahim menjawab:
"Bukan, akan tetapi berhala yang terbesar di antara mereka inilah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka bisa berbicara."
Tatkala ia mernperhatikan bahwa mereka telah diliputi kebodohan, Ibrahim berkata:
"Celakalah kalian dan berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, tidakkah kalian berpikir?"

Ketika mereka mendengar itu, tahulah mereka bahwa pelakunya adalah Ibrahim. Mereka berkata: "Bakarlah dia dan tolonglah Tuhan. Tuhan kamu, jika kamu betul-betul menolong Tuhanmu." Make mereka pun mengumpulkan kayu selama 3 bulan sehingga menum-puk seperti gunung, lalu mereka nyalahkan api di situ dan berkobarlah apinya, sehingga panasnya memenuhi udara dan meliputi segenap penjuru.

Mereka membuat Manjaniq (semacam meriam) dan meletakan Ibrahim di dalamnya lalu melontarkannya ke dalam api. Ternyata api itu menjadi dingin dan menimbulkan keselamatan atas Ibrahim. Kemudian memancarlah di dekatnya sebuah mata air dan tumbuh di sampingnya pohon delima.

Jibril datang kepada Ibrahim memberikan kenikmatan dan api itu tidak menimbulkan bekas apa-apa di tubuhnya. Maka banyak orang yang beriman kepadanya. Ketika Namrud mengetahui hal itu, ia pun berkata:
"Hai Ibrahim, keluarlah dari negeri kami."

Hijrah Ibrahim ke Mesir

Ibrahim menetap untuk sementara waktu di kota Harran dengan putri pamannya Sarah, akan tetapi ia tidak merasa senang di kota ini, karena penduduknya tidak memenuhi ajakannya dengan perkecualian Luth dan beberapa gelintir pengikutnya.

Maka ia pun memutuskan untuk meninggalkan kota itu, Al-Qur'an mengisyaratkan kepada peristiwa itu dengan firman Allah Swt.:

"Maka berimanlah kepada Luth dan ia berkata: Sesungguhnya aku akan berhijrah kepada Tuhanku, sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Bijaksana."

Sebab dari hijrah ini terjadi permusuhan yang hebat antara Ibrahim dan orang-orang yang beriman dengan para penyembah berhala yang menolak untuk mengikuti ajarannya supaya beriman kepada Allah.

Ibrahim dan para pengikutnya berangkat menuju ke Syam yang dulunya bernama Kana'an. Maka tinggallah is di situ selama waktu yang singkat.

Kemudian negeri Syam ditimpa bencana habat yang mengancamnya berupa kelaparan, maka penghuninya banyak yang pindah mencari rezeki atau mencari ke tempat lain, termasuk Ibrahim pergi menuju Mesir. 
Share:

KISAH NABI SHALEH AS.

Tempat Kediaman dan Tuhan-Tuhan Kaum Tsamud

Ilustrasi Nabi Sholeh AS
Ilustrasi Nabi Sholeh AS

Al-Qur'an tidak menentukan tempat-tempat kediaman kaum Tsamud, ia hanya diketahui dari firman Allah Swt.:

"Dan kamu Tsamud yang menggali batu-batu gunung untuk mendirikan rumah-rumah di lembah."

Yaitu bahwa tempat-tempat tinggal mereka di kawasan yang bergunung-gunung atau di dataran yang berbatu-batu, dan lembah yang tersebut dalam ayat diatas adalah Wadil Qura, maka kaum Tsamud tinggal di tempat-tempat ini. Sebagian besar ahli riwayat menetapkan desa Al-Hijir sebagai tempat di mana terdapat rumah-rumah kaum Tsamud. Mereka menyebutkan bahwa di situ terdapat sebuah sumur yang bernama sumur Tsamud dan Rasulullah Saw. bersama Para sahabatnya pernah singgah di situ pada waktu perang Tabuk, dan melarang sahabat-sahabatnya minum airnya dan memasuki rumah-rumahnya.

Seruan Menyembahan Allah

Allah mengutus Nabi Shaleh as. kepada kaum Tsamud untuk mengajak menyembah-Nya dan meninggalkan penyembahan berha-la-berhala seraya berkata:
"Hai kaumku, sembahlah Allah saja dan jangan menyekutukan-Nya dengan seorang pun, Dialah yang telah menciptakan kamu dari tanah dan Dialah yang telah memudahkan kamu mernakmurkannya, sebagaimana Dia menyediakan bagimu sebab-sebab kemakmuran."

Maka apabila Allah telah memberikan karunia yang besar ini kepada kamu, patutlah dan wajiblah kamu meminta ampun kepada-Nya etas kesalahan-kesalahanmu dan bertobatlah kepada-Nya.

"Sesungguhnya Dia dekat darimu dan mengabulkan doa hamba-Nya, serta mengampuni dosa orang yang bertobat, jika ia beriman kepada-Nya dan ikhlas dalam doanya." (Q.S. Hud: 61)

Sifat Berlebih-Lebihan yang Mendustakan

Tsamud mendustakan nabinya yang diutus oleh Allah Ta'ala dan menolak untuk menyembah Allah dan bertakwa kepada-Nya. Sedangkan Shaleh adalah utusan yang bisa dipercaya, tidak menghendaki upah dan balasan atas dakwahnya.

Adalah sudah menjadi kebiasaan kaum Tsamud untuk berlebih-lebihan dalam kenikmatan tubuh, berupa makan dan minum serta rumah-rumah yang megah, maka nabi mereka mencela apa yang mereka lakukan dan berkata kepada mereka:
"Apakah kamu mengira bahwa Allah akan membiarkan kamu dalam kenikmatan, dan kamu akan merasa aman dari siksa-Nya? Sehingga kamu bisa bersenang-senang sekehendakmu dengan kebun-kebun, mata air - mata air, tanaman-tanaman dan pohon-pohon karma yang manis, dan rnenggali gunung-gunung untuk membuat rumah-rumah, kemudian kamu tidak bersyukur kepada Allah atas kenikmatan yang besar ini?
Maka takutlah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku dalam petunjuk yang kuberikan kepadamu. Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang berlebih-lebihan dalam menjalani kekafiran dan maksiat, berbuat kerusakan di bumi, serta tidak berbuat kebaikan."


Kaum Tsamud Meminta Mukjizat

Orang-orang Tsamud tidak beriman kepada nasihat yang diberikan Shaleh dan tidak berjalan di atas kebenaran sebagaimana ia membimbing mereka, akan tetapi mereka menuduhnya mengigau dan kena sihir akalnya, sehingga mengaku sebagai rasul Allah dan minta darinya supaya mendatangkan mukjizat yang menunjukkan bahwa benar-benar ia adalah rasul Allah.

Maka ia pun membawa unta yang diciptakan Allah secara khusus menyuruh mereka supaya tidak mengganggunya, tidak boleh menyiksa maupun mengusimya dan tidak boleh mengendarainya serta tidak boleh menyembelihnya.

"Allah memberi minum baginya dalam satu hari tertentu dan memberi mereka pada hari lainnya dan mengancam mereka dengan siksaan jika mereka menoanggunya, dan keselamatan mereka dikaitkan dengan ke-selamatannya." (Q.S. As-Syu'ara: 153-156)

Allah SWT. berfirman :

"Sesungguhnya Komi turunkan unto betina sebagai ujian bagi mereka, maka nantikanlah mereka dan sabarlah. Serta beritahulah mereka bahwa air itu dibagi antara mereka setiap minuman menurut giliran masing-masing." (Q.S. Al-Qamar: 27-28)

Penyembelihan Unta

Para pemuka Tsamud tidak tahan menghadapi orang-orang mukmin dan tidak pula menyenangi adanya unta di antara mereka.

Mungkin karena unta itu besar tubuhnya, sehingga menakutkan ternak-ternak mereka. Mungkin juga dapat menghalangi mereka dari air ketka mereka sangat memerlukannya, dan mereka takut orang-orang yang beriman akan bertambah banyak dengan sebab unta itu.

Sehingga mendorong mereka untuk membunuhnya, kendati ada ancaman dari nabi mereka berupa turunnya siksaan dan timbulnya kebinasaan atas mereka jika unta itu diganggu.

Akan tetapi mereka berani menyembelih unta itu tanpa mempedulikan ancaman, dan minta kepada Nabi Shaleh untuk menyegerakan siksaan bagi mereka, serta untuk mernastikan bahwa ia adalah utusan Allah.

Di hadapkan tantangan seperti ini, Shaleh memberitahu mereka bahwa siksaan Allah pasti datang kepada mereka sesudah tiga hari.

Allah Swt. berfirman:

"Mereka pun terns menyembelih unta itu dengan mendurhakai perintah Tuhan mereka seraya berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang engkau janjikan kepada kami jika engkau benar-benar utusan Allah." (Q.S. Al-A'raf: 77)

 "Mereka pun menyembelih unta itu, maka berkatalah Shaleh: Bersenang-senanglah kamu di rumahmu selama tiga hari, siksaan itu adalah janji yang tidak bisa didustakan lagi." (Q.S.Hud: 65)

Persekongkolan untuk Membunuh Shaleh

Di antara kaum Tsamud terdapat sembilan orang laki-laki yang paling menunjukkan kekafiran dan berbuat kerusakan di bumf, maka bersekongkolah mereka untuk membunuh Shaleh dan bersumpah akan membunuh Shaleh dan keluarganya secara diam-diam.

Maka apabila para pendukung Nabi Shaleh dan kerabatnya datang untuk mencari pembunuh-pembunuhnya dan menuntut balas, mereka pun akan menyangkal tuduhan itu dengan menegaskan kepada mereka, bahwa mereka tidak menyaksikan pembunuhannya dan tidak ikut serta dalam perbuatan itu.

"Orang-orang ini merencanakan persekongkolan untuk membinasakan Shaleh dan keluarganya. Sementara Allah di belakang mereka menghendaki keselamatan nabi-Nya dan keluarganya serta kebinasaan bagi orang-orang yang borsekongkol ini dan di tempat yang tidak mereka duga dan tidak mereka rasakan." (Q.S. An-Naml: 48-52)

Kebinasaan Tsamud

Adapun kebinasaan Tsamud, dilakukan dengan petir. sebagaimana Allah Swt. berfirman:

"Maka mereka pun disambar petir sedang mereka itu meilhat."

 "Maka tiba-tiba mereka merasakan goncangan yang hebat hingga matilah mereka di dalam rumah mereka." (Q.S. Al-Nraf: 78)

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

KISAH NABI SYUAIB AS.

Syuaib adalah salah satu dari empat nabi bangsa Arab, yaitu Hud, Shaleh, Syuaib dan Muhammad Saw. Ilustrasi kisah nabi Syuaib AS. Te...