![]() |
| Ilustrasi Kisah Nabi Hud AS |
Hud mengajak kaumnya (kaum Aad) untuk metiyembah Allah sajadan meninggalkan penyembahan berhala, karena hal itu adalah jalan untuk menghindarkan siksa pada hari kiamat.
"Dan kepada kaum Aad Kami utus saudara mereka, Hud. Ia berkata: Hai kaumku, sembahlah Allah, tidaklah kamu mempunyai Tuhan selain Dia, tidakkah kamu takut (kepada Allah)" (Q.S. A1-A'raf: 651)
Kaum Aad beranggapan bahwa berhala-berhala itu merupakan sekutu Allah dan bahwa mereka dapat memberi syafaat di sisi Allah, 'maim berkatalah Hud kepada mereka: Kalian berdusta dalam anggapan ini, karena tidaklah patut disembah kecuali Allah sendiri.
"Dan kepada kaum Aad Kami utus saudara mereka Hud. Ia berkata: Hai kaumku, sembahlah Allah, tidakkah kamu mernpunyai Tuhan selain Dia, kamu ini tidak lain adalah orang-
orang yang berdusta," (Q.S. Hud: 50)
Akan tetapi, apakah pengaruh dakwah ini terhadap kaum Aad?
Mereka menghina dan meremehkan Hud dan menganggapnya sinting, dungu dan berdusta, akan tetapi Hud menyangkal sifat-sifat ini pada dirinya seraya menegaskan kepada mereka, bahwa is adalah utusan dan Tuhan sekalian alam dan tidak menghendaki bagi mereka kecuali nasihat.
Mengingatkan Kenikmatan-kenikmatan Allah
Hud meneruskan seruan kepada kaumnya dengan berusaha memuaskan mereka dengan kembali ke jalan kebenaran dan mengingatkan mereka akan kenikmatan-kenikmatan alas mereka.
Maka berkatalah Hud:
"Apakah kamu merasa heran pada seseorang yang menyampaikan petunjuk dari Tuhanmu untuk memberi peringatan kepadamu akan akibat buruk, dengan sebab kesesatan yang kamu jalani?.
Tidakkah kalian ingat, Allah telah menjadikan kamu mewarisi bumi sesudah lenyapnya kaum Nuh yang dibinasakan Allah lantaran dosa-dosa mereka, dan menambahi kamu dengai kekuatan di badan dan kekuasaan?.
Kenikmatan itu menghendaki kamu beriman kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya, bukan untuk mengingkariNya, maka nasihatku bagi kalian adalah agar kalian mengingat keutamaan Allah atasmu, mudah-mudahan kamu beruntung dengan kebahagian di dunia dan di akhirat."
Akan tetapi kaum Hud tidak menunjukkan rasa syukur atas kenikmatan-kenikmatan Allah pada mereka, bahkan mereka tenggelam dalam syahwat-syawat dan kesombongan di bumi.
Maka berkatalah Hud kepada mereka:
"Mengapa kamu mendirikan bangunan-bangunan yang tinggi untuk membanggakan dan membangun istana-istana yang megah untuk menunjukkan orang-orang yang mengharapkan kekekalan di bumi, dan berbuat aniaya seperti penguasa-penguasa yang lalim dan tidak rnenyayangi ketika kamu marah, dan kamu lakukan hal itu dengan kekejarnan orang-orang yang sombong?
Maka takutlah kamu kepada Allah dalam perkara: yang diperintahkan Allah kepadamu dan takutlah karnu kepadaku untuk memenuhi petunjuk yang kuserukan kepadamu.
Hai kaumku takutlah kamu kepada Allah yang telah memberikan kebaikan-kebaikan yang mulia berupa putra putri dan binatang ternak, kebun-kebun, dan mata air, maka janganlah kamu membalas kenikmatan-kenikmatan Allah dengan kekafiran dan kecongkakan serta kekuatan, sehingga siksaan-Nya akan menimpa dan membinasakan kamu." (Q.S. As-Syu'ara: 128-135)
Seruan Bertobat
Hujan pun tertahan dari kaum Hud selama tiga tahun, setelah is mengajak mereka untuk mengikuti petunjuk dan sesudah mereka menjauhinya, dan itu merupakan peringatan bahwa siksa Allah bakal diturunkan atas mereka.Dalam masa-masa ini Hud selalu menasihati kaumnya dan berkata kepada mereka:
"Berdoalah kepada penciptamu agar mengampuni dosa-dosa kalian yang lampau, kemudian kembalilah bertobat kepada-Nya. Sesungguhnya jika kamu lakukan itu, make Allah akan menurunkan hujan bagimu terns menerus, sehingga harta bendamu menjadi banyak, sebagaimana la menambahi kamu kekuatan di samping kekuatanmu sendiri, dan janganlah kamu berpaling dari ajakanku dengan tetap berada dalam kekafiran dar kejahatan."
"Hai kaumku, mintalah ampun kepada Tuhanmu, kern udian bertobatlah kepada-Nya, maka la akan men urunkan hujan yang deras dari langit dan menambahi kamu kekuatan di samping kekuatanmu, don janganlah kamu berpaling dengan berbuat kejahatan. (Q.S. Hud: 52)
Keselamatan Kaum Mukminin dan Kebinasaan Orang-orang Kafir
Setelah tertahannya hujan selama 3 tahun, datang perintah Allah untuk menurunkan siksaan atas kaum Hud setelah mereka mengingkad risalah nabi mereka dan terus menerus dalam kekafiran dan kesombongan. Kemudian Allah menyelamatkan Hud dan o-rang-orang yang beriman dari siksaan itu dan membinasakan kaum yang berbuat kejahatan.Adapun keselamatan Hud dan pengikutnya yang beriman, dalam Al-Qur'an tidak dijelaskan. Sebagian ahli sejarah berpendapat, bahwa keselamatan Hud adalah dengan menjauhi kaumnya setelah is putus asa karena dakwahnya tidak diterima oleh kaumnya. Kemudian is pergi bersama orang-orang yang beriman menuju Makkah dan tinggal di sang sampai is wafat dan dimakamkan di situ.
Adapun bencana yang diturunkan kepada kaum Aad, berupa angin kencang yang terus menerus selama tujuh malam delapan hari. sehingga binasalah mereka dan bertebaranlah mayat-mayat mereka di bumi seperti batang kurma yang tercabut dad akarnya dan binasalah mereka semua, tidak ada satu pun yang hidup di antara mereka kecuali rumah-rumah mereka.
Allah Swt. berfirman:
"Adapun kaum Aad, mereka itu dibinasakan oleh angin limbubu yang sangat dingin dan kencang. Dikirimkan kepada mereka selama tujuh malam delapan hari berturut-turut, lalu kamu iihat kaum itu bergelimpangan seolah-olah mereka itu batang pohon kurma yang tumbang dan kosong daiamnya. Apakah engkau melihat ada yang rnasih hidup di antara mereka?" (Q.S. Al-Haqqah: 6-8)







0 komentar:
Posting Komentar